Kamis, 20 Agustus 2015
Pahlawan
Pahlawan, mendengar kata itu yang hadir dalam fikiranku adalah mereka orang - orang yang mau berjuang demi keluarga demi sahabat dan demi negara, bahkan demi orang yang belum mereka kenal. Berjuang, berkorban dalam hal kebaikan, mereka adalah pahlawan. Seorang ayah yang sedang bekerja mencari nafkah dia adalah seorang pejuang sekaligus pahlawan, seorang anak yang sedang berjuang demi orang tuanya dia juga adalah seorang pahlawan, mereka yang memiliki patriotisme dan nasionalisme tinggi, mau bekerja demi negara, memajukan kesejahteraaan bangsa, meski harus dikirim untuk bekerja di pelosok-pelosok Indonesia, tapi dengan ikhlas dan senang hati mereka menjalaninya,mereka adalah pahlawan. Bagiku mereka yang mau mengorbankan waktu untuk diri sendiri, tenaga dan materi, demi kemajuan bangsa, demi kebaikan keluarga, sangat layak dikatakan sebagai pahlawan. Yaa..banyak sekali orang-orang disekitar kita yang sangat layak untuk kita sebut sebagai pahlawan.
Bahkan mereka yang mau bangkit dari keterpurukan, mereka yang mau belajar dari kesalahan, mereka yang tidak menyerah karena kegagalan, mereka adalah pahlawan bagi diri mereka sendiri.
Pahlawan, seorang Ibu adalah pahlawan bagi anak-anaknya, mulai dari mengandung, melahirkan, membesarkan, mendidik, selalu ada untuk anak-anaknya sampai akhir waktu, maka Ibu adalah pahlawan bukan hanya tanpa tanda jasa, tapi lebih dari itu, kepahlawanannya tanpa dapat terukur dan tak terbayar oleh apapun. Seorang guru, adalah pahlawan bagi anak didiknya, dengan pendapatan/penghasilan yang mungkin tidak dapat di samakan dengan para karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan, tapi mereka para guru dengan ikhlas mendidik siswa siswi mereka dan mengamalkan ilmu yang mereka miliki untuk mencetak generasi yang lebih baik. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa.
Menjadi seorang pahlawan bagi diri sendiri maupun orang lain, tak berarti hidup kita akan menjadi istimewa dan berada dalam kesejahteraan. Tetapi bukan itu makna menjadi seorang pahlawan bagi diri sendiri maupun orang lain, karena yang kita tuju adalah keberkahan dari Allaah SWT, tidak ada satu pun kebaikan yang luput dari penglihatan-Nya, tidak ada satu pun kebaikan yang merugi, tidak ada satu kebaikan pun yang tidak ada balasannya, apabila balasan itu tidak kita dapat di dunia, maka yakinlah Allaah akan memberikannya di akhirat kelak. Tempat di mana kita akan pulang, kekal dan abadi di sana.
Pahlawan, satu kata dengan ribuan makna yang mendalam bagi mereka yang dapat melihat kebaikan dalam setiap sudut pandang kehidupannya. Pahlawan, kata itupun mengingatkan aku kepada satu sosok yang begitu penuh cinta dan kasih sayang, mencintaiku dengan begitu tulus, menyayangi dengan apa adanya aku, menemaniku dalam suka dan duka, memberiku motivasi di saat aku terpuruk, tak pernah meninggalkanku dalam kesendirian, aaahh bagiku dirimu tak pernah dapat kulukiskan melalui kata-kata. Karena kau terlalu istimewa, istimewa dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada padamu, bagiku kau adalah pahlawanku. Pahlawan yang akan menuntunku dunia dan akhirat. Aku mencintaimu pahlawanku, Suamiku...
Semoga kita dapat menjadi pahlawan bagi diri sendiri, orang-orang yang kita cintai dan mencintai kita, dan juga untuk orang lain. Aamiin
Selasa, 11 Agustus 2015
Terpenjara dalam kemerdekaan
Kota hujan, Agustus 2015 (dalam rencanaMu)
Bangsa indonesia beberapa hari kedepan secara serempak akan merayakan hari kemerdekaan, tanggal 17 Agustus 2015. Kita sebagai masyarakat beramai-ramai akan merayakannya, masing2 panitia dari tiap2 daerah sibuk mempersiapkan acara untuk lomba-lomba. tapi aku, hanya bisa berbaring, dan sesekali duduk didepan laptop untuk membuat tugas dari grup ODOP yang baru saja aku ikuti. Aku adalah seorang ibu rumah tangga sudah memiliki dua anak laki2, mereka sudah sekolah yg pertama sudah kelas 6 SD dan yg kedua kelas 2 SD. aku beruntung mempunyai suami yang luar biasa, sangat menyayangi keluarga, aku yang sedang terbaring dalam masa pemulihan pasca melakukan kuret, masih lemah dan sehingga belum bisa melakukan aktivitas layaknya ibu rumah tangga yang lain. jadi suamiku lah yang menggantikan aku melakukan aktivitas2 itu. sebelumnya aku jg bekerja, aku mengajar di sebuah sekolah, tidak jauh memang jaraknya dari rumahku, tapi tetap saja kondisi kesehatannku tdk mengizinkan aku untuk beraktifitas.karena ini adalah kuretku yang kedua kalinya, sepertinya aku harus benar2 bedrest. tapi ternyata pihak sekolah memiliki kebijakan sendiri, karena kondisiku yang harus bedrest ini sekolah terpaksa mencari penggantiku, hmmm...lagi2 aku harus mnjadi pengangguran..hee
terpenjara dalam kemerdekaan, sepertinya kata2 itu cocok buatku, bagaimn tidak..september taun kemarin aku mengalami hal yg sama, harus kuret dan terpaksa harus istirahat dr bekerja. sementara orang lain bisa melakukan berbagai aktivitas dengan bebas dan merdeka, aku hanya bisa menikmati heningnya isi rumah sambil membuat coretan2 untuk melepaskan penatku. sambil menunggu 3 jagoanku pulang dr sekolah. Mereka lah semangat hidupku, mereka lah yang menghiasi hari2ku, apalagi anakku yang kelas 6 sudah mulai mengerti dengan kondisi mamahnya, dia tidak pernah merepotkan dalam hal makan,menyiapkan seragam sekolah, dia siapkan semuanya sendiri. Tadi pagi ketika mau berangkat sekolah seperti biasa dia pamit cium pipi kanan kiri, sambil berpesan singkat "cepet sembuh ya mah". Diikuti pelukan hangat dan kecupan dikening dr suamiku seraya berkata, "yang penting skrg mama sehat dulu, nanti kalau sdh sehat bisa cari kerja lagi". Anakku yang kedua teriak2, "ayaaah cepetan ayaah nanti terlambat, cepetaan" , anakku yang kedua itu memang hobinya teriak2 klo ada hal yang tidak sesuai dengan keinginannya, hehe.. entahlah padahal sy dan ayahnya tidak pernah menghadirkan suasana teriak2 dirumah, tapi meski begitu ternyata hatinya begitu peka dan lembut, jika melihat saya mneteskan air mata, dia spontan mengambil tissu dan mengelapkannya ke pipiku, sambil berkata "jangan nangis mah, kan ada dede" sambil mengusap2 kepalaku...duuhh anak2ku itu memang luar biasa, anugrah terindah yang Allaah berikan. Keramaian yang mereka ciptakan, kerempongan yang mereka hadirkan, diam2 selalu membuatku rindu.
Untuk itu aku tetap bersyukur kepada Allaah, karena apapun yg Allaah beri untukku itu pasti yg terbaik, karena Allaah maha mengetahui sedang kita tidak. Terpenjara dalam kemerdekaan, ditengah emansipasi wanita, dimana wanita bebas berekspresi, bebas berkarier, karena saat ini bangsa kita adalah bangsa yang merdeka, wanita bisa bekerja dimana saja dan menjabat apa saja, tapi tetap saja, semua itu hanyalah keinginnan kita, yang mutlak menetukan adalah Allaah. Meski saat ini aku merasa terpenjara dalam kemerdekaan bangsa Indonesia, karena tidak bisa bebas berkarier, tapi yang terpenting saat ini adalah hatiku tidak merasa terpenjara, hatiku merasa merdeka, hatiku merasa bebas. Dan semua itu adalah karunia dari Allaah yang patut aku syukuri. Terimakasih Allaah atas apapun yang telah Engkau rencanakan buatku. Sekian dulu corat coretnya yg amat sangat berantakan ini yaa teman2..harus berbaring dulu niih...terimakasih sdh meluangkan waktu untuk membaca ditunggu saran dan kritiknya.
Senin, 30 Maret 2015
Tugas Reportase Hari ini
Assalamualaikum, Wr.Wb
Selamat pagi sobat muda, salam
ukhuwah dan semangat slalu. Saat ini saya sedang berada di kampus IPB, tepatnya
di gedung Auditorium Thayyib.
Hari ini adalah pertemuan perdana
calon anggota FLP cabang Bogor angkatan ke 8, yang dimulai dari
pukul 8.30 pagi sampai pukul 12 siang, In Shaa Allaah. Saat ini saya sudah
sampai dilokasi 15 menit sebelum acara dimulai, bisa kita lihat ya bangku-bangku
itu masih banyak yang kosong. Sepertinya banyak teman-teman kita yang masih
dalam perjalanan menuju kemari dan masih belum menemukan lokasinya. Oke sobat
muda sambil menunggu acara dimulai, mari kita berkenalan dulu dengan teman-teman
yang sudah ada disini. Asslamulaikum de?
Walaikumussalam mba. Ade yang tergabung di grup whatsup? Iya mba. Waah pasti msih kuliah ya? Semester
berapa de? Iya mba saya masih kuliah,
saya baru semester dua mba. Oalah ternyata benar dugaan saya sobat muda. Yang
tergabung di calon anggota FLP ini usianya masih sangat muda-muda.
Hadduuhh..saya jadi malu nih menyebutkan umur saya. Sobat muda, sepertinya waktu
sudah menunjukan pukul 08.30, terlihat panitia
sudah mulai membuka acara ini sambil menunggu teman-teman yang
satu-persatu mulai berdatangan.
Sobat muda Mba novi selaku MC
telah mngenalkan dirinya, dan mengenalkan juga satu persatu teman-teman yang
menjadi panitia dalam acara ini. Nah, untuk sesi yang pertama, dibuka oleh bang syaiha, bang
syaiha itu adalah ketua dari FLP cabang Bogor. Sobat muda,ternyata bang syaiha
tidak bisa menemani kita sampai acara selesai, karena beliau akan mengadakan
pertemuan dengan para sesepuh FLP, katanya sih hendak mendiskusikan bagaimana
masa depan kita. Keren ya sobat muda. Kemudian sebelum lanjut kepada sesi
berikutnya, diselang dulu oleh pembagian kelompok, tujuannya sih agar kita bisa
lebih mengenal satu sama lain.
Berlanjut kepada sesi berikutnya
ya sobat muda, yaitu adalah motivasi menulis yang dibawakan oleh ibu pipin,
beliau juga adalah seorang guru di sekolah Alam. Beliau menjabarkan mengenai
The Essential Compas. Yaitu intinya adalah apa makna dan tujuan kita hidup
didunia ini sobat muda. Yaitu tidak lain adalah sebagai khalifah dimuka bumi
dan untuk beribadah kepada Allaah SWT. Perwujudannya adalah agar kita
senantiasa menjadi manusia yang bermanfaat sobat muda, dapat mengamalkan ilmu
yang kita punya, dan menulislah. Ya..menulislah sobat muda. Menulislah untuk
keabadian, menulislah dengan hati, menulislah dengan menyenangkan, menulislah
dengan niat hanya karena Allaah SWT, sehingga menjadi nilai ibadah di sisi
Allaah SWT. Karena sejatinya karir itu tidak ada sobat muda. Jikalaupun kita
menuai kesuksesan dari apa yang telah kita lakukan. Itu adalah buah dari kerja
keras kita, dan merupakan bonus dari Allaah SWT.
Oke sobat muda, sepertinya waktu
sudah menunjukan pukul 12.30, aga melebar ya dari jadwal yang ditelah
ditentukan. Terlihat mba novi sudah mulai menutup acara ini. Dengan
dibawakannya puisi terlebih dahulu. Oleh salah seorang teman panitia disini.
Baik sobat muda sekian reportase hari ini yang in shaa Allaah membawa manfaat
bagi saya khususnya dan juga bagi teman-teman semua.
Wassalamualaikum Wr.Wb
R. Nurul Imaroh
Senin, 16 Maret 2015
Bismillaah...
Alhamdulillaah, akhirnya hari ini bisa kembali menulis di blog, waah sudah begitu banyak kejadian-kejadian hebat yang sudah saya alami hampir 1 bulan ini, dan semua itu tentunya atas kehendak Allaah SWT .Dia lah yang telah mengatur episode demi episode kehidupan yang akan dijalani oleh hambaNya. Apakah kalian tahu kawan, bahwa ketika kita telah melakukan satu kebaikan, dan ternyata kebaikan itu bernilai pahala keikhlasan di mata Allaah, maka lihatlah kita akan dikejutkan oleh ribuan kebaikan dari Allaah yang Allaah bayar tuunaai (tanpa kredit/dicicil). Itulah janji Allaah, bahwa 1 kebaikan akan dibalas dengan ribuan kebaikan. Dan kebaikan yang telah kita tanam, tak mesti tumbuh dan berkembang ditempat yang sama, bisa jadi Allaah menghadirkan buah kebaikan itu ditempat yang lain. Maka dari itu kawan,marilah mulai saat ini kita tanam pohon-pohon kebaikan dimana saja dan kapan saja. Karena kita tidak akan pernah tau, dari pohon manakah yang akan menghasilkan ribuan bahkan jutaan buah kebaikan, sebagai balasan atas kebaikan kita.
Jumat, 23 Januari 2015
Cara masuk surga sekeluarga
Cara masuk surga sekeluarga...Leave a comment
oleh Ustadz Bachtiar Nasir
1. Coba suatu hari ingatkan seluruh anggota keluarga begini; "Kita kerjasama agar masuk surga sekeluarga yuk?"
2. Bagaimana caranya?. Lihat surat Ath Thur 25-26.
Para penghuni Surga membocorkan rahasianya bagaimana cara masuk Surga sekeluarga. Mau tau?
3. Ceritanya penghuni Surga saling bercengkrama berhadap-hadapan, masing-masing bertanya jawab bagaimana keluarga kalian dulu?, koq bisa masuk Surga?,
4. Jawabnya seragam; "Kami bisa masuk Surga karena dulu di Dunia, dikeluarga kami saling mengingatkan satu sama lain tentang siksa pedih Neraka".
5. Karenanya Visi rumah tangga orang beriman adalah; "Peliharalah dirimu dan keluargamu dari siksa Neraka, (At Tahrim; 6). .
6. Rumahku Surgaku, akan terjadi jika masing-masing anggota keluarga memelihara dirinya dan mengingatkan anggota keluarga lainnya dari siksa Neraka.
7. Siapa yang tak sedih jika ada salah seorg anggota keluarganya (ayah, ibu, kakak atau adik) terjerumus ke lingkungan siksa "Neraka"?.
8. Setiap anggota keluarga pasti sangat sedih jika Bahtera Keluarga pecah dan karam akibat terpaan gelombang kehidupan dunia yang mematikan.
9. Agar masuk Surga sekeluarga, ingatkan anggota keluarga kita yang sedang khilaf berbuat dosa atau lalaikan perintah Allah, jangan dibiarkan.
10. Jangan kecewa kalau peringatan kita diabaikan, atau malah dilecehkan, karena dakwah di tengah keluarga kadang lebih berat, jangan lupa doakan.
11. Nabi Nuh alaihissalam tak pernah bosan mengingatkan anaknya yg tersesat, Nuh alaihissalam terus mendoakannya sampai akhirnya Allah tenggelamkan Kan’an.
12. Nabi Luth alaihissalam tak pernah berhenti memperingatkan isterinya yang membangkang, sampai akhirnya Allah binasakan isterinya bersama kaum Sodom.
13. Asiah binti Muzahim, tertatih-tatih peringatkan suaminya Fir’aun, konsisten mendidik Masyithah & Musa alaihissalam, akhirnya Asiah yang dibunuh Fir’aun.
14. Habil tak pernah takut mengingatkan dan menasehati kakaknya Qabil, rasa iri dan dengki berkecamuk sampai akhirnya Habil dibunuh Qabil.
15. Agar bisa masuk Surga sekeluarga perlu perjuangan dan pengorbanan yang besar, selain itu kesabaran dan konsistensi juga harus dilakukan.
16. Ingatkan suami agar bekerja ditempat yang halal, jangan bawa pulang penghasilan yg haram, krn akan jadi bahan bakar neraka Rumah Tangga.
17. Ingatkan isteri agar memperhatikan Pola Konsumsi Halal untuk keluarga, anak-anak akan susah diajak taat dan ibadah jika mengkonsumsi yang haram.
18. Ingatkan anak-anak bahwa bahan bakar Neraka adalah Batu dan Manusia, jangan sampai salah seorang dari kita jadi bahan bakarnya Neraka.
19. Ceritakan bahwa penjaga Neraka adalah Para Malaikat Perkasa yang kuat dan kasar, mereka tak pernah khianati Allah & pasti laksanakan perintahNYA.
SubhanaAllah.. alangkah indah dan merupakan karunia tak terhingga dari Allah SWT apabila kita sekeluarga bisa masuk surga.
Rabu, 21 Januari 2015
Luruskan Niat Bersihkan Hati (keberkahan waktu dengan membaca Al Qur'an)
KEBERKAHAN WAKTU KARENA ALQURAN Leave a comment
Apa yang dimaksud dengan berkahnya waktu? yaitu dapat melakukan hal dalam waktu yang sedikit, dan tentunya hal-hal yang bermanfaat, bagi diri sendiri, keluarga dan orang lain. Apalagi sekarang sudah ada program ODOJ yaitu one day one juz. Dalam satu hari itu kita berkewajiban membaca Al-Qur'an sebanyak 1 juz, dan itu hanya menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam, tapi masih banyak sekali orang-orang yang masih kesulitan dengan hal seperti itu. Sebetulnya awalnya semua karena dibiasakan maka selanjutnya akan terbiasa. Tidak ada kata tidak sempat jika kita memang mau meluangkan waktu.
Padahal
teorinya orang yang membaca Al Qur’an menghabiskan banyak waktu, mengurangi jatah kegiatan lain, tapi Allah yang membuat waktunya itu menjadi berkah, Dia mengatur sedemikian rupa hingga menjadi begitu efektif, hidup kita pun menjadi lebih efektif.
Dan Allah
akan mencurahkan banyak berkah dan kebaikan pada kita karena Al Qur’an. Allah akan selalu memudahkan segala urusan kita, membuka pintu menuju kebaikan dan membuka kesempatan untuk amal shalih berikutnya. Tak ada yang perlu dikhawatirkan karena Allah yang akan mengurus semuanya, InsyaAllaah..Aamiin.
Itulah waktu yang berkah karena Al Qur'an, bisa melakukan banyakhal dalam waktu sedikit.Jagalah keistiqomahan kita dalam membaca Al Qur'an, maka Allah akan menjagamu.
Dan esbaliknya apabila waktu terlalu sibuk sehingga habis untuk urusan dunia, sungguh sangat disayangkan jika hal itu sampai menimpa kita.
Barangsiapa
yg bangun di pagi hari dan hanya dunia yang di pikirkannya, sehingga seolah-olah
ia tidak melihat HAK ALLAH dalam dirinya, maka ALLAH akan menanamkan 4 macam
penyakit padanya :
1. Kebingungan yang tiada putus-putusnya.
2. Kesibukan yang tidak pernah jelas akhirnya.
3. Kebutuhan yang tidak pernah merasa terpenuhi.
4. Khayalan yang tidak berujung wujudnya.
[Hadits Riwayat Muslim]
1. Kebingungan yang tiada putus-putusnya.
2. Kesibukan yang tidak pernah jelas akhirnya.
3. Kebutuhan yang tidak pernah merasa terpenuhi.
4. Khayalan yang tidak berujung wujudnya.
[Hadits Riwayat Muslim]
Untuk itu marilah teman, kita budayakan membaca Al Qur'an, maka waktu kita akan menjadi barokah, urusan kita akan semakin mudah, jangan lupa luruskan niat bersihkan hati, agar kita terhindar dari niat yang salah dalam membaca Al Qur'an.
Note :
"Keberkahan waktu yaitu bisa melakukan banyak amal kebaikan dalam waktu sedikit"
Selamat membaca Al Qur’an dan beraktifitas dengan bekal
Al Qur’an."Keberkahan waktu yaitu bisa melakukan banyak amal kebaikan dalam waktu sedikit"
Selasa, 20 Januari 2015
Cintanya mama
Satu Rahasia Kunci yang Akan Menebak Kesuksesan Anak Anda 40 Tahun Kemudian Leave a comment
Sebuah temuan riset yang mengguncang baru-baru ini
dirilis oleh tim peneliti dari Harvard Medical School. Riset itu
berlangsung lebih dari 40 tahun lamanya. Ya, responden penelitian itu
dipantau terus hingga puluhan tahun lamanya.
Riset itu mau melacak beragam variabel penentu kesuksesan orang – baik dari sisi finansial, kesehatan dan kebahagiaan.
Ada satu variabel temuan yang dengan sangat akurat bisa
mempredikasi keberhasilan anak-anak : tingkat keberhasilan, kesehatan
dan kebahagiaan apa yang akan dialami anak itu 40 tahun kemudian.
Di pagi ini kita akan membongkar rahasia kunci dari hasil riset yang berlangsung puluhan tahun itu.
Riset yang berlangsung puluhan tahun itu telah berhasil
menemukan beragam variabel yang mempengaruhi tingkat keberhasilan
seseorang.
Namun ada satu variabel kunci yang amat mencolok perannya
dalam memprediksi tingkat keberhasilan responden : yakni tingkat
kedekatan dan kehangatan seseorang dengan ibunya saat ia masih kecil.
Dengan kata lain, tingkat relasi dan kehangatan anak dengan
ibunya saat masih kecil, merupakan variabel kunci penentu keberhasilan
anak tersebut 40 tahun kemudian.
Terbukti sudah, bahwa relasi anak-anak saat masih kecil
dengan ibunya benar-benar berdampak signifikan hingga puluhan tahun ke
depan dalam pembentukan sejarah hidup anak tersebut.
Apa implikasi dari temuan riset tim Harvard Medical School
itu? Bagi mbak-mbak calon ibu dan juga ibu yang sudah punya anak-anak
kecil – dan selama ini bekerja secara full time di kantor; hasil riset
itu menghadirkan pertanyaan reflektif.
Apakah ibu-ibu yang bekerja full time di kantor itu masih
punya waktu berkualitas untuk membangun relasi yang intim dan hangat
dengan anak-anaknya (terutama yang masih berusia dibawah 10 tahun)?
Harus diakui dengan cukup pahit : waktu untuk bekerja di
kantor sekarang kian menyita waktu (juga karena jalanan yang makin
crowded).
Pergi mulai dari jam 6 pagi (kalau Anda tinggal di Bekasi,
mungkin harus lebih pagi lagi). Lalu pulang di rumah jam 6 petang,
kadang lebih. Begitu terus tiap hari selama 5 kali seminggu. Jalanan
yang macet juga membuat energi sudah habis di jalanan.
Alhasil, anak-anak kecil yang masih di rumah jarang lagi
mendapatkan kehangatan dari sang ibu. Anak-anak itu mungkin jadi lebih
dekat dengan mbak-mbak asisten rumah tangga atau dengan baby sitter-nya.
Ibu-ibu tangguh yang bekerja full time itu lalu menghadapi
dilema : bagaimana menyeimbangkan prioritas antara work and family,
antara tugas kantor dengan mengasuh anak-anaknya yang masih kecil
(apalagi yang masih perlu ASI).
Sebab ingat : temuan riset Harvard tadi menyebut, tingkat
kedekatan anak dan sang ibu akan amat menentukan nasib dan sejarah anak
itu 40 tahun kemudian.
Ada dua solusi yang bisa diberikan oleh kantor (perusahaan) yang menyediakan pekerjaan bagi para ibu.
Solusi # 1 : Perusahaan atau kantor tempat bekerja
selayaknya menyediakan fasilitas nursing care dan child care yang
lengkap dan memadai. Syukur disediakan juga pengasuh anak yang diberikan
secara gratis oleh perusahaan (praktek seperti ini lazim di berbagai
perusahaan di manca negara).
Dengan fasilitas nursing and child care, ibu-ibu karyawati
yang punya anak kecil (atau balita) bisa sesekali membawa anaknya ke
kantor (dengan itu ia masih bisa tetap menjalin relasi yang cukup dekat
dengan anak-anaknya).
But you know what? 99% lebih perusahaan di Indonesia TIDAK
menyediakan nursing and child care buat karyawatinya yang punya anak
balita. Bahkan perusahaan mapan seperti Astra, Bank BCA, Adira, hingga
organisasi besar seperti Bank Indonesia tidak punya fasilitas
nursing/child care yang modern dan lengkap.
Ini ironis. Banyak perusahaan menuntut karyawatinya untuk
produktif dan loyal. Namun saat diminta menyediakan fasilitas basic yang
bagus (seperti nursing/child care), mereka ogah. Kalau begini, sana
gih, perusahaannya pindah saja ke Zimbabwe atau Kongo.
Now, ask yourself : apakah kantor tempat Anda bekerja sudah
menyediakan fasilitas nursing and child care yang modern dan dilengkapi
dengan kamera CCTV (sehingga ibu-ibu bisa memantau mobilitas anak-anak
kecilnya hanya melalui layar smartphone)?
Solusi # 2 : Sediakan kebijakan teleworking bagi ibu-ibu
yang kebetulan masih punya anak kecil dan balita. Teleworking kita tahu,
adalah kebijakan yang membolehkan karyawan untuk bekerja dari rumah.
Sekarang kita sudah hidup di jaman digital. Amat banyak
pekerjaan di kantor yang sebenarnya bisa diselesaikan dari rumah,
sepanjang ada koneksi internet.
Survey juga menunjukkan, sepanjang ada target kinerja yang
jelas maka kebijakan teleworking justru makin meningkatkan produktivitas
karyawannya. Kebijakan ini tentu juga amat membantu mengurangi
kemacetan di jalanan.
Dengan kebijakan teleworking, ibu-ibu yang masih punya balita bisa bekerja dari rumah setiap 2 hari seminggu.
Dengan demikian ibu-ibu muda (yang cantik dan tangguh) ini
bisa menghemat waktu 2 – 3 jam perjalanan PP ke kantor yang hanya habis
di jalanan (kalau rumahnya di Bekasi malah bisa 4 jam pulang pergi,
itupun kalau naik roket :) ).
Waktu 3 – 4 jam yang sia-sia di jalanan jauh lebih berharga
untuk dihabiskan dengan sang buah hati di rumah. Demi membangun relasi
yang hangat dan berkualitas.
Namun kembali, lansekap perusahaan di tanah air punya warna
kelam dalam soal kebijakan teleworking. Nyaris tidak ada satu pun
perusahaan swasta nasional dan BUMN di tanah air yang merilis kebijakan
teleworking bagi para karyawatinya. Ajaib.
Manajer dan Direktur HRD di perusahaan-perusahaan besar itu
mungkin sudah menggunakan smartphone atau tablet tercanggih di sakunya.
Namun sayang, dalam soal kebijakan teleworking, pola pikir mereka masih
primitif. Purbakala.
DEMIKIANLAH, dua solusi yang layak diperhatikan dan
diterapkan oleh para pengelola SDM di berbagai perusahaan dan kantor.
Anda yang berperan sebagai ibu atau calon ibu harus mendorong manajemen
kantor Anda untuk menerapkan dua solusi diatas.
Sebab dengan itu ibu-ibu muda yang tangguh itu – yang rela
bekerja full time demi tambahan nafkah – masih bisa punya waktu
berkualitas dengan sang buah hatinya di rumah.
Ya, agar anak-anak yang masih kecil itu bisa tumbuh dalam
kehangatan ibundanya. Demi masa depan anak-anak. Demi hidup dan sejarah
mereka 40 tahun kemudian.
Photo credit by : Kids
Langganan:
Postingan (Atom)




