Jumat, 18 September 2015

MY TRIP MY ADVENTURE

Bogor September 2015 (dalam rencanaMu)

Dalam tulisan saya kali ini, seperti biasa saya akan membuat tulisan mengenai beberapa kejadian yang telah saya alami. terutama di minggu-minggu belakangan ini, setelah saya diterima bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang sosial ekonomi masyarakat. sebagai seorang staf administrasi, tak pernah terbayangkan dalam fikiranku bahwa akan ada tugas-tugas lapangan yang harus langsung aku kerjakan sendiri, dalam hal ini adalah mengenai survey untuk penerima beasiswa yang merupakan program dari kantor kami. beasiswa bagi siswa berprestasi namun keadaaan ekonominya sangat memperihatinkan. ada juga beberapa siswa yang sudah yatim, atau tidak memiliki ayah. 

Dari 15 siswa yang sudah saya survey, rata-rata keadaan mereka memang layak untuk kita bantu semua, sungguh sangat menyayat hati ketika mendengar cerita dari ibu mereka dengan jarak yang begitu jauh kesekolah, berbekal uang 5rb atau 6rb rupiah mereka tetap berangkat ke sekolah. bahkan jika tidak ada ongkos, mereka akan tetap pergi dengan berjalan kaki!! luar biasa sekali.

Bahkan ada seorang siswa yang karena sangat ingin sekolah, sedangkan orangtua mereka tidak mampu untuk membiayai, kemudian dia memutuskan untuk menunda sekolahnya selama satu tahun untuk bekerja terlebih dahulu, setelah setahun dia bekerja dan mendapatkan uang, barulah dia mendaftarkan dirinya untuk sekolah dengan uang hasil dia bekerja tersebut. sungguh perjuangan yang sangat hebat.

Bagi saya, pengalaman survey ini begitu banyak membawa nilai-nilai positif, energi-energi positif, semangat hidup, semangat berjuang ditengah kesulitan mereka tidak menyerah, mereka tidak putus asa, ditengah maraknya remaja yang hanya bisanya berfoya-foya dengan uang orangtua mereka, tapi para siswa ini layaknya penyejuk mata, hati dan fikiran, akan harapan bagi generasi-generasi muda pengganti kita yang nantinya akan melanjutkan perjuangan bangsa ini menuju era yang lebih baik.

dengan lokasi rumah dengan medan yang begitu berat, tapi mereka tetap semangat untuk menuntut ilmu, dengan pembuktian mereka selalu mendapatkan nilai-nilai yang bagus. saya sempat  merenung sejenak dan berfikir, ketika saya berada disalah satu rumah siswa yang masih berlantaikan tanah, sejenak saya teringat kedua anak-anak saya, ingin sekali saya mengajak mereka kesini, agar mereka dapat membandingkan kehidupan kaka ini dengan kehidupan mereka yang masih bisa kami cukupi. saya ingin mengatakan kepada kedua anak saya, "lihat nak, kaka ini dengan keadaan rumah seperti, dengan jarak yang sangat jauh kesekolah, kadang harus jalan kaki menuju kesekolah, tapi kaka ini tetap semangat dan tidak bermalas-malasan sekolahnya, lantas apa yang terkadang membuat kalian malas untuk sekolah? 

malam hari kalian dapat tidur nyeyak beralaskan kasur empuk, pagi hari kami sebagai orangtua masih bisa menyiapkan sarapan dan uang jajan secukupnya, dan menuju ke sekolah, setiap hari kalian ikut bersama-sama bersama ayah kalian tanpa harus memikirkan ongkos, lantas kenapa kalian masih suka bermalas-malasan sekolahnya? bagaimana seandainya kalian menjadi kaka ini..

lagi-lagi air mata ini menetes ketika bibir ini mengucap Alhamdulillaah...segala puji bagi Allaah...yang telah memberikanku karunia nikmat yang tak terhitung. betul apa kata pepatah, dalam urusan dunia, hendaklah kita selalu melihat kebawah, tapi untuk urusan akhirat hendaklah kita selalu melihat ke atas. maksudnya disini adalah ketika kita merasa kekurangan materi atau hal lain dalam urusan dunia, maka ternyata banyak yang jauh lebih mengalami kesulitan/kesusahan daripada kita, sehingga kita akan senantiasa bersyukur atas nikmat Allaah. sedangkan dalam hal beribadah, janganlah kita merasa cukup akan ibadah-ibdah yang telah kita lakukan. janganlah pernah merasa puas, karena amal ibadah itu kelak akan menjadi bekal kita menuju tempat yang abadi... aamiin